Senin, 02 Desember 2013

Pengertian Etika




Pengertian Etika

          Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. St. John of Damascus (abad ke-7 Masehi) menempatkan etika di dalam kajian filsafat praktis (practical philosophy).



          Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.

        Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.


          Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. 





          Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kitauntuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.


         Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika).

          Definisi Etika Menurut Para Ahli :
  • Menurut Bertens : Nilai - nilai atau norma – norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. 
  • Menurut KBBI : Etika dirumuskan dalam 3 arti yaitu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, nilai yang berkenaan dengan akhlak, dan nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. 
  • Menurut Sumaryono (1995) : Etika berkembang menjadi studi tentang manusia berdasarkan kesepakatan menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan manusia pada umumnya. Selain itu etika juga berkembang menjadi studi tentang kebenaran dan ketidakbenaran berdasarkan kodrat manusia yang diwujudkan melalui kehendak manusia.

Jumat, 18 Oktober 2013

Sifat Soft Skill


Sifat Soft Skill


        Soft skill adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skills) dan keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intra-personal skills) yang mampu mengembangkan unjuk kerja secara maksimal.

Etika



         Etika pada umumnya didefinisikan sebagai usaha yang sistematis dengan menggunakan rasio untuk menafsirkan suatu pengalaman moral individual dan sosial, sehingga mampu menetapkan aturan untuk mengendalikan perilaku manusia.

          Etika berarti sebuah perilaku atau kebiasaan yang berlaku dimasyarakat. Etika dalam bekerja berarti mencakup perilaku menghormati pekerjaan, profesionalisme, kedisiplinan dalam pekerjaan, dan sikap baik dalam melakukan pekerjaan

           Etika dalam profesionalisme, ada dua hal yang terkandung dalam etika kerja yaitu kepercayaan dan tanggung jawab. Kepercayaan diterjemahkan kepada bagaimana mengembalikan kejujuran dalam dunia kerja dan menolak stigma lama bahwa kepintaran bekerja diukur dari kelihaian memperdayasaingan. Sedangkan tanggung jawab diarahkan atas mutu output sehingga insan pekerja jangan puas hanya terhadap kualitas kerja yang asal-asalan.

           Adapun beberapa praktik etika di dalam suatu pekerjaan yang dilandasi dengan berinteraksi di dalam suatu perusahaan, diantaranya adalah:

1. Etika Terhadap Saingan 

Kadang-kadang ada produsen berbuat kurang etis terhadap saingan dengan menyebarkan rumor, bahwa produk saingan kurang bermutu atau juga terjadi produk saingan dirusakdan dijual kembali ke pasar, sehingga menimbulkan citra negatif dari pihak konsumen.

2. Etika Dalam Hubungan Dengan Publik 

Harus dijaga sebaik mungkin, agar selalu terpelihara hubungan harmonis. Hubungan dengan publik ini menyangkut pemeliharaan ekologi, lingkungan hidup. Hal ini meliputi konservasi alam, daur ulang dan polusi. Menjaga kelestarian alam, recycling (daur ulang) produk adalah uasha-usaha yang dapat dilakukan perusahaan dalam rangka mencegah polusi, dan menghemat sumber daya alam.

3.Etika Kedisiplinan Diri
  •  Datang ke kantor sebelum jam masuk  
  • Meninggalkan kantor melebihi jam masuk 
  • Tidak meninggalkan pekerjaan tanpa ijin atasan 
  • Jam kerja digunakan secara efektif 
  • Tidak menggunakan jam kerja untuk hal yang tidak terkait dengan pekerjaan.



4. Etika Masuk Kantor
  •  Mengucapkan salam terlebih dahulu
  •  Tunjukkan wajah ceria 
  • Pandanglah semua orang yang ada di ruangan dengan senyum 
  • Tanyakan kabar baik pada teman di sebelah  
  • Jika memungkinkan ucapkan salam pada atasan setiap pagi.
5. Etika Berpakaian
  •  Memakai pakaian dengan ukuran yang pas  
  • Usahakan pakaian rapi dan tidak kedodoran 
  • Usahakan model pakaian yang sopan 
  • Pilih warna yang tidak menyolok 
  • Pilih model pakaian yang tidak terlalu kuno.
6. Etika Berbicara
  •  Bicara harus menatap lawan bicara  
  • Suara harus jelas terdengar 
  • Menggunakan tata bahasa yang baik 
  • Jangan menggunakan nada suara yang tinggi 
  • Pembicaraan mudah dimengerti.   



7. Berbicara Simpatik
  • Bisa mengimbangi lawan bicara 
  • Berkeinginan menyenangkan lawan bicara 
  • Mampu menciptakan rasa humor 
  • Mau memuji lawan bicara  
  • Mampu menjadi pendengar yang baik. 
8. Yang Harus Dihindari Dalam Pembicaraan
  • Membicarakan kejelekan orang lain 
  • Membicarakan hal yang sensitif 
  • Memotong pembicaraan orang lain 
  • Mendominasi pembicaraan  
  • Banyak membicarakan diri sendiri.
9. Etika Dengan Atasan
  • Hormat kepada setiap atasan 
  • Mintalah saran dan petunjuk agar dapat berkomunikasi dengan atasan 
  • Usahakan tidak membuat kecewa atasan 
  • Beri masukan dan saran secara bijak 
  • Jangan spontan menolak perintah atasan 
  • Jangan membuat malu atasan 


10. Etika Dengan Teman Sekerja
  • Jangan menganggap sebagai pesaing tetapi mitra kerja 
  • Kembangkan kebiasaan saling membantu 
  • Kembangkan kebiasaan saling mengingatkan 
  • Usahakan tidak terjadi konflik 
  • Kembangkan kebiasaan diskusi sehat 
  • Jangan menjatuhkan teman di hadapan atasan 

Sumber :